'Nozomi Peduli', Siap Angkut Sisa-sisa Banjir

Pasca banjir yang melanda Jakarta selama sepekan belakangan ini, biasanya akan menyisakan beberapa masalah baru bagi para korbannya. Salah satunya adalah tumpukan sampah dan lumpur yang menebal di jalanan hingga ke lantai rumah bekas terkena banjir. Hal ini tentu menjadi beban tersendiri bagi korban banjir, yang sudah mengalami kehilangan harta dan benda juga harus membersihkan sisa-sisa banjir.

Untuk mengurangi beban para korban banjir, produsen kendaraan roda tiga PT Nozomi Otomotif Indonesia (NOI) menggelar program CSR dengan nama 'Nozomi Peduli'. Sedikitnya ada 15 unit motor roda tiga yang siap mengangkut berbagai sampah dan lumpur yang menggenangi rumah warga di tiga daerah yang terendam banjir, yaitu di daerah Kampung Melayu, Bukit Duri dan Tambora. Dalam progam ini, NOI juga memberikan sumbangan pangan dan alat kebersihan bagi korban banjir.

Selain itu, perusahaan ini juga menyiagakan sejumlah armadanya untuk membantu posko-posko dalam kegiatan evakuasi dan distribusi sandang-pangan. Uniknya, NOI juga melayani servis gratis untuk konsumen produk Nozomi yang kendaraannya terendam banjir. Jadi, bagi korban banjir yang kendaraan Nozomi-nya mengalami masalah, akan diservis tanpa dipungut biaya.

"Kegiatan 'Nozomi Peduli' direncanakan berjalan sampai dengan keadaan darurat banjir selesai. Posko-posko yang terbantu oleh ‘Nozomi Peduli’ adalah posko di daerah Kampung Melayu,Bukit Duri, Tambora," papar Cindy Leo, Representative Management  Nozomi, saat pemberian bantuan bagi korban banjir di Kampung Melayu, Jumat (24/1) kemarin.

Menurut Cindy, produk motor roda tiga Nozomi seharusnya tidak hanya digunakan untuk pengusaha galon air, gas, katering, warung berjalan, moko (motor toko) distribusi hasil bumi maupun hasil dari pabrikan, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu mengevakuasi korban banjir serta mendistribusikan sandang dan pangan dan lainnya. Selain itu, tim mekanik Nozomi juga siap menjamin kelancaran logistik dan distribusi di posko-posko dari jam 8 pagi sampai 10 malam di setiap hari, sampai banjir surut.

"Jasa angkut dan distribusi Nozomi sangat bermanfaat karena memiliki daya angkut yang besar, dan sangat dibutuhkan untuk jalanan atau gang yang tidak bisa dilewati atau sulit oleh kendaraan roda empat. Nozomi juga memiliki mesin yang ‘bandel’ dan lebih tinggi dari roda tiga yang lainnya, walaupun melewati daerah banjir sekalipun," jelasnya.

Sementara itu, Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengatakan, bahwa keberadaan kendaraan roda tiga ini sangat bermanfaat, karena hampir 80 persen kondisi di wilayahnya, khususnya yang terkena banjir berada di dalam gang. "Dengan adanya kendaraan Nozomi ini, bantuan bisa lebih cepat didistribusikan untuk masyarakat," kata Bambang.

 

Saat ini, kata Bambang, pengungsi ada di dua titik yakni RS Hermina Pos RW 3, masing-masing berisikan 150 orang dan 60 orang. "Sebenarnya saat ini kondisinya sudah lebih baik, dalam arti  mereka sudah bisa kembali ke rumah masing-masing. Tapi karena kondisinya masih lembab, dikhawatirkan tidak sehat, sehingga mereka masih di pengungsian," jelas Bambang.

Adapun rencana untuk merelokasi warga, menurutnya sudah direncanakan dan penduduk bersedia mengikuti program pemerintah tersebut. "Memang mereka bersedia, asalkan apa yang mereka minta bisa dipenuhi, misalnya jika ditempatkan di rumah susun, maka rumah tersebut bisa menjadi milik mereka," kata Bambang. **MS

Sumber : tnol.co.id